Siapa yang tidak mau bisa menjadi salah satu orang dari Indonesia yang bisa masuk kualifikasi untuk belajar ke luar negeri, dan di bayar oleh pemerintah Indonesia sendiri. Pasti Anda juga menginginkan hal tersebut bisa terjadi di kehidupan Anda bukan? Namun bagaimana caranya untuk bisa mewujudkan hal tersebut di kehidupan kita?

Jadi, Apa Saja Caranya?

Yang pasti yang pertama dilirik oleh beberapa pihak yang menyelenggarakan kesempatan tersebut, pastinya mencari siswa ataupun mahasiswa yang memiliki nilai yang sudah menjadi persyaratan utama. Karena bagaimanapun, angka yang ada di dalam rapor Anda tersebut, masih menjadi barometer penilaian mutlak, apakah Anda memang layak untuk bisa maju ke tahap selanjutnya atau tidak.

Yang selanjutnya adalah skill bahasa asing Anda harus benar-benar diasah dimulai dari sekarang. Apalagi kita sangat paham sekali bahwa bahasa inggris masih menjadi salah satu acuan untuk Anda bisa dianggap mahir dalam berbahasa asing. Meski tidak semua wilayah di dunia memakai hal tersebut. Seperti contohnya adalah Negara Korea dan China misalnya.

Dimana Anda harus mengerti bahasa di Negara tersebut jika Anda ingin belajar di Negara tersebut. Dan yang harus Anda lakukan adalah, Anda harus sering-sering aktif untuk mencari berbagai informasi mengenai beasiswa kuliah ataupun sekolah di sana. Apalagi di era sekarang yang begitu mudah untuk bisa mendapatkan informasi tersebut.

Dan jika Anda kiranya sudah bisa memenuhi hal tersebut, ada satu hal lagi yang wajib Anda miliki, dan ini bisa menghantarkan Anda untuk lebih mudah diterima di beasiswa tersebut. Yakni Anda harus memiliki soft skill yang kuat, dan itu benar-benar Anda kuasai. Ini sama halnya dengan Anda yang sedang berusaha mencari pekerjaan.

Pastinya seorang HRD dari sebuah perusahaan akan mencari calon karyawan barunya yang memiliki berbagai soft skill, dan mereka menguasai hal tersebut. Bisa dibilang soft skill menjadi salah satu nilai plus Anda saat mereka mulai menilai diri Anda. Seperti misalnya Anda memiliki bakat dalam menjadi seorang content writer, lakukan dan asah kemampuan tersebut.

Namun, Apakah Ada Hal Lain Lagi Untuk Kita Bisa Benar-Benar Siap Untuk Belajar Di Sana?

Mungkin ini juga yang sering dialami oleh berbagai orang dalam meniatkan diri untuk benar-benar mantap belajar di Negara lain. Mulai dari kecemasan akan adaptasi saat di sana, lingkungan sosial mereka, budaya yang mereka miliki, bahkan sampai dengan kuliner yang Negara tersebut miliki. Bagi kita yang muslim, pasti hal tersebut juga menjadi problematika sendiri untuk kita.

Mengingat tidak semua Negara menyediakan makanan berlabel halal. Jadi ada baiknya jika sebelum memutuskan ingin pergi belajar di Negara orang lain seperti di Inggris, Korea, ataupun lainnya, Anda harus mencari berbagai informasi mengenai Negara yang nantinya akan Anda tinggali selama beberapa bulan atau bahkan sampai dengan beberapa tahun.

Misalnya saja di Jepang, dimana di sana memiliki adat bahwa jika Anda menghabiskan makanan yang mereka sediakan untuk Anda, itu artinya Anda menghargai hasil jerih payah dari si pembuat masakan tersebut. Atau Negara Korea, dimana mereka memiliki budaya minum alkohol saat penyambutan pertama untuk mahasiswa baru yang belajar di salah satu universitas di Negara tersebut.

Jika sudah mengerti hal tersebut, barulah Anda melakukan beberapa trik tadi yang sudah di bahas sebelumnya. Dan bukan hanya itu saja, beberapa berkas seperti paspor dan visa, pastinya harus Anda miliki agar bisa berangkat ke sana. Untuk membuat paspornya sendiri, Anda bisa mencari tahu di salah satu website kedutaan di Indonesia, untuk bisa mencari informasi tentang perguruan tinggi lebih dari sana.

Namun Bagaimana Jadinya Jika Kita Ternyata Tidak Masuk Kualifikasi?

Ada beberapa hal yang mungkin menjadi salah satu hambatan Anda mengapa Anda tidak masuk dalam kualifikasi beasiswa tersebut. Salah satunya adalah Anda merupakan orang yang memang tidak terlalu suka dengan hal-hal berbau organisasi. Dimana organisasi tersebut mengajarkan kita untuk bisa menghandle semua kegiatan agar kita bisa memanagenya dengan baik.

Padahal, sebenarnya hal tersebut merupakan salah satu penilaian beberapa pihak yang menyelenggarakan hal tersebut. Dalam mindset mereka, bahwa orang-orang dengan pengalaman organisasi, berarti mereka bisa bertahan hidup di sana, beradaptasi dengan baik, dan menghandle berbagai kegiatan yang mereka ikuti di sana.

Atau memang ada salah satu nilai dari mata pelajaran ataupun mata kuliah yang belum memenuhi kualifikasi. Jika ini adalah penyebabnya, satu-satunya jalan adalah Anda harus melengkapi nilai tersebut dengan membuat tugas besar yang berkaitan dengan jurusan yang Anda ambil, ataupun sejenisnya. Biasanya di beberapa universitas tertentu di Indonesia, sering menerapkan hal tersebut untuk memudahkan Anda dalam mengikuti kualifikasi demikian. Sekian mengenai bahasan kali ini.

Share