Biaya hidup saat ini tidaklah kecil. Tinggal di negara maju maupun negara berkembang membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit. Di Indonesia saja yang merupakan negara berkembang biaya hidupnya sudah cukup tinggi, terutama di kota-kota besarnya. Terlebih untuk negara-negara maju sekelas negara-negara Eropa biaya hidupnya semakin tinggi. Hal tersebut berdampak pada para pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu di benua biru tersebut. Banyak dari pelajar Indonesia yang akhirnya mengubur mimpi untuk belajar di Eropa karena biaya hidup dan pendidikannya yang tidak murah. Bagi para pelajar Indonesia yang sudah tinggal dan belajar di Eropa mereka biasanya melakukan berbagai cara semata-mata agar tetap dapat hidup hemat di luar negeri.

Definisi Hidup Hemat

Sedari awal telah membahas masalah hidup hemat, namun yang menjadi pertanyaan sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan hidup hemat? Hidup hemat berarti sebuah upaya untuk menekan pengeluaran, akan tetapi kebutuhan sehari-sehari tetap terpenuhi. Gaya hidup hemat biasanya dipilih karena sebuah keterpaksaan, kondisi ekonomi yang tidak mumpuni membuat seseorang terpaksa untuk berhemat agar dapat bertahan hidup. Namun, ternyata ada pula yang memilih untuk melakukan hidup hemat karena ingin mendapatkan sesuatu yang lebih suatu hari nanti. Hidup hemat merupakan sebuah pilihan, tentu saja pilihan tersebut merupakan pilihan yang bijak.

Untuk kasus para mahasiswa yang tengah belajar diluar negeri terutama Eropa hidup hemat merupakan sebuah keharusan. Bukan hanya dari kalangan menengah ke bawah, mahasiswa yang berlatar belakang ekonomi keluarga yang mumpuni juga biasanya tetap melakukan gaya hidup hemat, karena memang biaya hidup di Eropa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di dalam negeri. Selain biaya hidup yang harus dihemat, biaya belajar juga harus hemat karena sama seperti biaya hidup yang tinggi, biaya pendidikan di Eropa juga tergolong tinggi, terutama bagi mereka yang tidak mendapatkan beasiswa.

Cara Hemat Hidup Dan Belajar Di Eropa

Berhemat menjadi sebuah keharusan bagi mereka yang memutuskan untuk tinggal dan mengenyam pendidikan di luar negeri terutama Eropa. Berikut adalah cara hemat hidup dan belajar di Eropa:

  1. Menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki

Transportasi menjadi salah satu hal yang cukup memangkas uang bulanan. Mobilitas yang sangat tinggi menyebabkan seringnya bergonta-ganti transportasi. Maka dari itu biasanya biaya transportasi menjadi salah satu biaya yang paling banyak dikeluarkan setiap bulannya. Untuk mengatasi hal tersebut, para pelajar di luar negeri memilih untuk menggunakan transportasi umum yang biayanya ringan atau bahkan memilih untuk berjalan kaki jika lokasi yang dituju tidak begitu jauh. Selain itu, memiliki kartu langganan transportasi juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghemat biaya transportasi.

  1. Rajin mengunjungi perpustakaan

Buku merupakan salah satu perangkat penting dalam proses belajar mengajar. Saat ini biaya buku semakin tinggi. Untuk sebagian orang membeli buku menjadi PR tersendiri, karena seharusnya uang yang digunakan untuk membeli buku dapat digunakan untuk biaya makan sehari-hari. Hal tersebut tentu dapat diatasi dengan cara rajin ke perpustakaan. Perpustakaan merupakan tempat belajar yang sangat murah, disana tersedia beragam media pembelajaran mulai dari buku, jurnal, bahkan akses internet juga gratis. Di Eropa sebagianĀ  perpustakaan juga buka selama 24 jam, sehingga sangat mempermudah proses belajar tetapi tetap ramah ekonomi.

  1. Memasak makanan sendiri

Biaya makan biasanya menjadi biaya yang paling besar. Untuk satu porsi makanan biasanya dapat menguras kantong sampai berpuluh-puluh bahkan ratusan ribu. Namun demikian, sebenarnya biaya makan dapat dipangkas jika rajin memasak makanan sendiri. Selain dapat memangkas biaya makan, memasak sendiri juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan, karena biasanya makanan yang dijual tidak sepenuhnya diproses secara sehat.

  1. Sewa tempat tinggal secara bersama-sama

Memilih untuk tinggal dan belajar di luar negeri berarti secara otomatis membuat kita jauh dari rumah. Yang tentu saja memaksa kita untuk menyewa tempat tinggal sebagai tempat berteduh. Sayangnya sewa tempat tinggal di luar negeri tidaklah murah. Maka dari itu, biasanya untuk menghemat pengeluaran banyak yang akhirnya memilih untuk sharing tempat tinggal. Yakni dengan menyewa tempat tinggal secara bersama-sama sehingga biayanya menjadi ringan. Menghemat biaya tempat tinggal dapat dilakukan dengan menyewa apartemen bersama teman, atau memilih untuk tinggal di asrama yang biayanya tentuĀ  lebih murah.

  1. Menjadi Freelancer

Sering kali para mahasiswa yang tinggal di luar negeri mengalami defisit keuangan akibat pengeluaran yang terlalu banyak melebihi pemasukan atau karena lambatnya transfer uang diberikan oleh orang tua mereka. Hal tersebut membuat banyaknya mahasiswa yang akhirnya memilih untuk menjadi freelancer. Waktu kuliah yang tidak begitu padat membuat mereka dengan mudah untuk membagi waktu antara kuliah dengan bekerja. Menjadi freelancer juga menjadi salah satu cara untuk tetap survive tinggal di negara orang yang jauh dari keluarga.

Share