Category: Blog

Strategi Jitu untuk Belajar Di Negeri Orang!

Siapa yang tidak mau bisa menjadi salah satu orang dari Indonesia yang bisa masuk kualifikasi untuk belajar ke luar negeri, dan di bayar oleh pemerintah Indonesia sendiri. Pasti Anda juga menginginkan hal tersebut bisa terjadi di kehidupan Anda bukan? Namun bagaimana caranya untuk bisa mewujudkan hal tersebut di kehidupan kita?

Jadi, Apa Saja Caranya?

Yang pasti yang pertama dilirik oleh beberapa pihak yang menyelenggarakan kesempatan tersebut, pastinya mencari siswa ataupun mahasiswa yang memiliki nilai yang sudah menjadi persyaratan utama. Karena bagaimanapun, angka yang ada di dalam rapor Anda tersebut, masih menjadi barometer penilaian mutlak, apakah Anda memang layak untuk bisa maju ke tahap selanjutnya atau tidak.

Yang selanjutnya adalah skill bahasa asing Anda harus benar-benar diasah dimulai dari sekarang. Apalagi kita sangat paham sekali bahwa bahasa inggris masih menjadi salah satu acuan untuk Anda bisa dianggap mahir dalam berbahasa asing. Meski tidak semua wilayah di dunia memakai hal tersebut. Seperti contohnya adalah Negara Korea dan China misalnya.

Dimana Anda harus mengerti bahasa di Negara tersebut jika Anda ingin belajar di Negara tersebut. Dan yang harus Anda lakukan adalah, Anda harus sering-sering aktif untuk mencari berbagai informasi mengenai beasiswa kuliah ataupun sekolah di sana. Apalagi di era sekarang yang begitu mudah untuk bisa mendapatkan informasi tersebut.

Dan jika Anda kiranya sudah bisa memenuhi hal tersebut, ada satu hal lagi yang wajib Anda miliki, dan ini bisa menghantarkan Anda untuk lebih mudah diterima di beasiswa tersebut. Yakni Anda harus memiliki soft skill yang kuat, dan itu benar-benar Anda kuasai. Ini sama halnya dengan Anda yang sedang berusaha mencari pekerjaan.

Pastinya seorang HRD dari sebuah perusahaan akan mencari calon karyawan barunya yang memiliki berbagai soft skill, dan mereka menguasai hal tersebut. Bisa dibilang soft skill menjadi salah satu nilai plus Anda saat mereka mulai menilai diri Anda. Seperti misalnya Anda memiliki bakat dalam menjadi seorang content writer, lakukan dan asah kemampuan tersebut.

Namun, Apakah Ada Hal Lain Lagi Untuk Kita Bisa Benar-Benar Siap Untuk Belajar Di Sana?

Mungkin ini juga yang sering dialami oleh berbagai orang dalam meniatkan diri untuk benar-benar mantap belajar di Negara lain. Mulai dari kecemasan akan adaptasi saat di sana, lingkungan sosial mereka, budaya yang mereka miliki, bahkan sampai dengan kuliner yang Negara tersebut miliki. Bagi kita yang muslim, pasti hal tersebut juga menjadi problematika sendiri untuk kita.

Mengingat tidak semua Negara menyediakan makanan berlabel halal. Jadi ada baiknya jika sebelum memutuskan ingin pergi belajar di Negara orang lain seperti di Inggris, Korea, ataupun lainnya, Anda harus mencari berbagai informasi mengenai Negara yang nantinya akan Anda tinggali selama beberapa bulan atau bahkan sampai dengan beberapa tahun.

Misalnya saja di Jepang, dimana di sana memiliki adat bahwa jika Anda menghabiskan makanan yang mereka sediakan untuk Anda, itu artinya Anda menghargai hasil jerih payah dari si pembuat masakan tersebut. Atau Negara Korea, dimana mereka memiliki budaya minum alkohol saat penyambutan pertama untuk mahasiswa baru yang belajar di salah satu universitas di Negara tersebut.

Jika sudah mengerti hal tersebut, barulah Anda melakukan beberapa trik tadi yang sudah di bahas sebelumnya. Dan bukan hanya itu saja, beberapa berkas seperti paspor dan visa, pastinya harus Anda miliki agar bisa berangkat ke sana. Untuk membuat paspornya sendiri, Anda bisa mencari tahu di salah satu website kedutaan di Indonesia, untuk bisa mencari informasi tentang perguruan tinggi lebih dari sana.

Namun Bagaimana Jadinya Jika Kita Ternyata Tidak Masuk Kualifikasi?

Ada beberapa hal yang mungkin menjadi salah satu hambatan Anda mengapa Anda tidak masuk dalam kualifikasi beasiswa tersebut. Salah satunya adalah Anda merupakan orang yang memang tidak terlalu suka dengan hal-hal berbau organisasi. Dimana organisasi tersebut mengajarkan kita untuk bisa menghandle semua kegiatan agar kita bisa memanagenya dengan baik.

Padahal, sebenarnya hal tersebut merupakan salah satu penilaian beberapa pihak yang menyelenggarakan hal tersebut. Dalam mindset mereka, bahwa orang-orang dengan pengalaman organisasi, berarti mereka bisa bertahan hidup di sana, beradaptasi dengan baik, dan menghandle berbagai kegiatan yang mereka ikuti di sana.

Atau memang ada salah satu nilai dari mata pelajaran ataupun mata kuliah yang belum memenuhi kualifikasi. Jika ini adalah penyebabnya, satu-satunya jalan adalah Anda harus melengkapi nilai tersebut dengan membuat tugas besar yang berkaitan dengan jurusan yang Anda ambil, ataupun sejenisnya. Biasanya di beberapa universitas tertentu di Indonesia, sering menerapkan hal tersebut untuk memudahkan Anda dalam mengikuti kualifikasi demikian. Sekian mengenai bahasan kali ini.

Share

IELTS Prediction Test! Pengertian Dan Fungsinya!

Bagi kalian yang mungkin pernah mengikuti ujian semacam TOEFL ataupun lainnya, jenis tes ini pastinya sudah tidak asing di telinga kalian. Ya, IELTS, merupakan tes yang hampir sama dengan tes TOEFL yang kebanyakan orang ketahui. Tes IELTS ini mengacu pada menilai seseorang terhadap kemampuan mereka dalam berbahasa inggris, baik dalam grammar, ataupun saat mereka sedang berbicara.

Lalu, Hal Apa Saja Sih Yang Menyangkut Tes Ini?

Karena tes ini memiliki pengertian yang demikian, maka mereka pun memiliki fungsi, salah satunya adalah untuk mengetahui kemampuan berbahasa inggris seseorang dengan memberikan beberapa jenis tes, seperti reading, listening, speaking, dan writing. Biasanya dari aspek-aspek tersebut, nilai yang diperoleh akan di kalkulasikan dan dibagi dengan nilai konstan yang sudah disepakati.

Untuk bisa mengikuti tes tersebut, yang pasti ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan, diantaranya ada mempersiapkan niat dan persiapan materi untuk bisa menguasai beberapa materi yang nantinya akan diujikan. Dan hal tersebut harus menyangkut 4 aspek tersebut, diantaranya ada reading, listening, speaking, serta writing.

Minimal Anda bisa memahami simple present dan past tense. Untuk masalah future ataupun lainnya, mulailah belajar dengan metode Anda sendiri. Seperti misalnya Anda memiliki metode belajar dengan cara tidak terlalu mematokkan sampai berapa jam Anda belajar, namun Anda melakukan hal tersebut secara kontinu dan konsisten.

Yang selanjutnya adalah sering-seringlah mendengarkan lagu-lagu berbahasa inggris. Ya, ini akan membantu Anda saat Anda sedang menghadapi ujian listening. Ujian listening ini dibutuhkan konsentrasi secara penuh untuk Anda bisa mengerti maksud pertanyaan yang dilontarkan, serta beberapa kunci jawaban yang mereka berikan untuk Anda pilih nantinya.

Dan yang paling penting adalah, sering-seringlah berbicara dengan menggunakan bahasa inggris dengan orang lain. Hal ini juga bisa mengasah kemampuan Anda dalam berbicara berbahasa inggris nantinya. Walaupun terkadang cara ini masih agak susah untuk beberapa orang agar bisa mengasah kemampuan skill berbicara berbahasa inggris mereka, namun tidak ada salahnya jika Anda berusaha.

Anda bisa berkunjung ke tempat yang memang menyediakan fasilitas untuk Anda bisa melatih skill speaking kalian. Seperti misalnya berkunjung ke kampung inggris misalnya, yang mana di sana memang menyediakan fasilitas tersebut agar Anda bisa mengasah kemampuan berbicara dalam bahasa inggris. Dan beberapa latihan tersebut harus dilakukan secara kontinu dan konsisten pastinya.

Bagaimana Untuk Ketentuan Saat Mengikuti Tes Tersebut?

Ada beberapa tahap yang harus Anda jalani untuk bisa mengikuti tes tersebut. Tahap pertama, Anda harus mendaftarkan diri terlebih dahulu secara online untuk mendapatkan form pendaftarannya. Jika sudah, lalu Anda isi dengan sebenar-benarnya, baik nama Anda, tanggal lahir Anda, bahkan sampai dengan foto yang Anda upload di sana.

Namun sebelum itu, Anda juga harus memperhatikan budget yang mereka tawarkan untuk Anda mengenai tes IELTS ini. Karena beberapa lembaga yang menyelenggarakan tes tersebut memiliki patokan harganya sendiri untuk per orangnya. Jadi bijaklah dalam memilih, yang pasti harus di sesuaikan dengan budget yang dimiliki.

Jika sudah, mendapatkan kartu ujiannya, maka yang selanjutnya adalah waktu pelaksanaan. Biasanya dalam kartu tersebut sudah ada keterangan kapan, jam berapa, dan dimana Anda akan melaksanakan tes tersebut. Dan disarankan Anda sudah berada di tempat tersebut 15 menit sebelum waktu tes tersebut akan dimulai.

Saat tes pun Anda tidak diperbolehkan mengaktifkan ponsel Anda. Hal ini untuk menghindari beberapa kejadian yang tidak diinginkan, seperti kelas menjadi tidak kondusif karena saling sibuk mencari jawaban dalam internet, ataupun lainnya. Meski demikian biasanya beberapa lembaga memiliki aturannya masing-masing untuk hal tersebut.

Namun Bagaimana Jika Ternyata Kita Gagal Dalam Tes IELTS Tersebut?

Ada beberapa alternatif yang biasanya beberapa lembaga tersebut berikan untuk mereka yang memang gagal di tahap pertama tes. Biasanya mereka memberikan tes ulang untuk Anda yang gagal tes. Dan untuk mengajukan tes ulangnya, biasanya beberapa lembaga pun memiliki jangka waktunya sendiri-sendiri untuk para pesertanya.

Namun kebanyakan, beberapa lembaga yang ada akan memberikan jangka waktu 90 hari setelah hasil tes tersebut sudah keluar semua. Untuk penilaiannya, ada 9 band category yang biasanya dipakai oleh beberapa lembaga untuk mengelompokkan peserta mereka, mana yang sudah benar-benar bisa, dan mana yang harus mengulang.

Seperti band yang pertama adalah band dengan kategori “expert”. Ini berarti mereka telah menguasai kemampuan skill speaking, writing, listening, dan reading yang baik. Bahkan mereka bisa menjelaskan makna sebuah cerita berbahasa inggris dengan baik. Yang selanjutnya adalah band dengan kategori “very good”.

Ini berarti orang yang memang sudah menguasai kemampuan yang di tes-kan tersebut. Meski terkadang mereka masih belibet dengan skill speaking mereka. Namun untuk berargumen, mereka masih memiliki nilai plus dalam hal tersebut, dan lainnya. Sekian ulasan kali ini.

Share

Tips Bertahan Hidup dan Belajar Di Eropa

Biaya hidup saat ini tidaklah kecil. Tinggal di negara maju maupun negara berkembang membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit. Di Indonesia saja yang merupakan negara berkembang biaya hidupnya sudah cukup tinggi, terutama di kota-kota besarnya. Terlebih untuk negara-negara maju sekelas negara-negara Eropa biaya hidupnya semakin tinggi. Hal tersebut berdampak pada para pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu di benua biru tersebut. Banyak dari pelajar Indonesia yang akhirnya mengubur mimpi untuk belajar di Eropa karena biaya hidup dan pendidikannya yang tidak murah. Bagi para pelajar Indonesia yang sudah tinggal dan belajar di Eropa mereka biasanya melakukan berbagai cara semata-mata agar tetap dapat hidup hemat di luar negeri.

Definisi Hidup Hemat

Sedari awal telah membahas masalah hidup hemat, namun yang menjadi pertanyaan sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan hidup hemat? Hidup hemat berarti sebuah upaya untuk menekan pengeluaran, akan tetapi kebutuhan sehari-sehari tetap terpenuhi. Gaya hidup hemat biasanya dipilih karena sebuah keterpaksaan, kondisi ekonomi yang tidak mumpuni membuat seseorang terpaksa untuk berhemat agar dapat bertahan hidup. Namun, ternyata ada pula yang memilih untuk melakukan hidup hemat karena ingin mendapatkan sesuatu yang lebih suatu hari nanti. Hidup hemat merupakan sebuah pilihan, tentu saja pilihan tersebut merupakan pilihan yang bijak.

Untuk kasus para mahasiswa yang tengah belajar diluar negeri terutama Eropa hidup hemat merupakan sebuah keharusan. Bukan hanya dari kalangan menengah ke bawah, mahasiswa yang berlatar belakang ekonomi keluarga yang mumpuni juga biasanya tetap melakukan gaya hidup hemat, karena memang biaya hidup di Eropa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di dalam negeri. Selain biaya hidup yang harus dihemat, biaya belajar juga harus hemat karena sama seperti biaya hidup yang tinggi, biaya pendidikan di Eropa juga tergolong tinggi, terutama bagi mereka yang tidak mendapatkan beasiswa.

Cara Hemat Hidup Dan Belajar Di Eropa

Berhemat menjadi sebuah keharusan bagi mereka yang memutuskan untuk tinggal dan mengenyam pendidikan di luar negeri terutama Eropa. Berikut adalah cara hemat hidup dan belajar di Eropa:

  1. Menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki

Transportasi menjadi salah satu hal yang cukup memangkas uang bulanan. Mobilitas yang sangat tinggi menyebabkan seringnya bergonta-ganti transportasi. Maka dari itu biasanya biaya transportasi menjadi salah satu biaya yang paling banyak dikeluarkan setiap bulannya. Untuk mengatasi hal tersebut, para pelajar di luar negeri memilih untuk menggunakan transportasi umum yang biayanya ringan atau bahkan memilih untuk berjalan kaki jika lokasi yang dituju tidak begitu jauh. Selain itu, memiliki kartu langganan transportasi juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghemat biaya transportasi.

  1. Rajin mengunjungi perpustakaan

Buku merupakan salah satu perangkat penting dalam proses belajar mengajar. Saat ini biaya buku semakin tinggi. Untuk sebagian orang membeli buku menjadi PR tersendiri, karena seharusnya uang yang digunakan untuk membeli buku dapat digunakan untuk biaya makan sehari-hari. Hal tersebut tentu dapat diatasi dengan cara rajin ke perpustakaan. Perpustakaan merupakan tempat belajar yang sangat murah, disana tersedia beragam media pembelajaran mulai dari buku, jurnal, bahkan akses internet juga gratis. Di Eropa sebagian  perpustakaan juga buka selama 24 jam, sehingga sangat mempermudah proses belajar tetapi tetap ramah ekonomi.

  1. Memasak makanan sendiri

Biaya makan biasanya menjadi biaya yang paling besar. Untuk satu porsi makanan biasanya dapat menguras kantong sampai berpuluh-puluh bahkan ratusan ribu. Namun demikian, sebenarnya biaya makan dapat dipangkas jika rajin memasak makanan sendiri. Selain dapat memangkas biaya makan, memasak sendiri juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan, karena biasanya makanan yang dijual tidak sepenuhnya diproses secara sehat.

  1. Sewa tempat tinggal secara bersama-sama

Memilih untuk tinggal dan belajar di luar negeri berarti secara otomatis membuat kita jauh dari rumah. Yang tentu saja memaksa kita untuk menyewa tempat tinggal sebagai tempat berteduh. Sayangnya sewa tempat tinggal di luar negeri tidaklah murah. Maka dari itu, biasanya untuk menghemat pengeluaran banyak yang akhirnya memilih untuk sharing tempat tinggal. Yakni dengan menyewa tempat tinggal secara bersama-sama sehingga biayanya menjadi ringan. Menghemat biaya tempat tinggal dapat dilakukan dengan menyewa apartemen bersama teman, atau memilih untuk tinggal di asrama yang biayanya tentu  lebih murah.

  1. Menjadi Freelancer

Sering kali para mahasiswa yang tinggal di luar negeri mengalami defisit keuangan akibat pengeluaran yang terlalu banyak melebihi pemasukan atau karena lambatnya transfer uang diberikan oleh orang tua mereka. Hal tersebut membuat banyaknya mahasiswa yang akhirnya memilih untuk menjadi freelancer. Waktu kuliah yang tidak begitu padat membuat mereka dengan mudah untuk membagi waktu antara kuliah dengan bekerja. Menjadi freelancer juga menjadi salah satu cara untuk tetap survive tinggal di negara orang yang jauh dari keluarga.

Share

Seluk Beluk Belajar Diluar Negeri

“Carilah ilmu walau sampai ke negeri China” rasa-rasanya pepatah tersebut masih sangat relevan untuk memotivasi anak-anak zaman sekarang. Kesadaran akan pendidikan semakin hari semakin tinggi. Bukan hanya anak-anak, para orang tua juga memiliki semangat yang sama tingginya terhadap pendidikan. Kini semua orang tersadar bahwa pendidikan memang penting. Tanpa bekal ilmu yang didapat dari pendidikan maka orang tersebut semakin tertinggal dan tidak bisa bersaing dengan orang lain.

Salah satu yang menjadi bukti bahwa kesadaran akan pendidikan sudah sangat tinggi yaitu, banyaknya anak-anak yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Belajar di luar negeri kini menjadi impian bagi setiap anak, terutama mereka yang tengah mengenyam pendidikan dibangku kuliah. Hampir semua mahasiswa, jika ditanya akan melanjutkan studi S2 dimana, sebagian besar akan menjawab ingin melanjutkan studi S2 ke luar negeri. Semangat belajar ini yang tentunya menjadi budaya yang baik di masyarakat kita. Namun, belajar keluar negeri juga bukan hal yang mudah, terutama jika terkendala masalah biaya. Berikut akan diulas sedikit mengenai seluk beluk belajar diluar negeri.

Apa Itu Belajar Di Luar Negeri?

Pertanyaan tersebut sebenarnya bukanlah pertanyaan yang sulit. Semua orang sudah mengetahui jawabannya. Belajar diluar negeri berarti kita pergi ke negara lain, lalu menimba ilmu disana, baik karena kuliah atau sekolah. Namun ternyata belajar di luar negeri tidak semua dilakukan dalam waktu yang lama, kita dapat merasakan belajar di luar negeri hanya dalam hitungan bulan. Program tersebut biasanya dikenal dengan sebutan study exchange. Study exchange merupakan program belajar di dua negara. Biasanya untuk beberapa perguruan tinggi melakukan kerja sama dengan universitas diluar negeri lalu mengadakan program pertukaran pelajar. Program ini biasanya dilaksanakan sekitar satu semester atau enam bulan, namun ada pula yang melaksanakan program ini lebih dari satu semester. Jadi, belajar diluar negeri tidak harus menunggu lulus dan melanjutkan studi ke luar negeri, namun dapat dilakukan saat masih berstatus sebagai mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di dalam negeri.

Persiapan Studi Di Luar Negeri

Ketika sudah mengetahui definisi dari belajar di luar negeri, pertanyaan berikutnya yaitu apa saja yang harus diperhatikan atau dipersiapkan sebelum belajar atau studi di luar negeri? Berikut sedikit ulasannya:

  1. Persiapkan kemampuan berbahasa asing

Bahasa merupakan hal yang sangat penting untuk dipersiapkan sebelum memutuskan untuk belajar diluar negeri. Sebagai makhluk sosial berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Kemampuan bahasa asing harus dipersiapkan dengan matang sebelum berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan studi. Selain untuk komunikasi, kemampuan bahasa asing juga menjadi persyaratan masuk di semua universitas.

Setiap negara atau universitas biasanya memiliki syarat khusus berapa nilai yang harus dipenuhi untuk dinyatakan bahwa kemampuan bahasa asingnya mumpuni. Bahasa yang perlu disiapkan paling utama adalah bahasa inggris. Namun, jika ingin belajar ke negara yang menggunakan bahasa sehari-hari bukan bahasa inggris seperti China, Jepang, Korea, Jerman dan berbagai negara lainnya, kemampuan berbahasa sesuai dengan bahasa di negara tersebut menjadi penting pula untuk dipersiapkan.

  1. Mencari informasi

Informasi menjadi hal penting berikutnya yang harus diperhatikan sebelum studi ke luar negeri. Informasi yang perlu dicari terdapat berbagai macam, misalnya informasi kapan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru di universitas tujuan, informasi beasiswa bagi yang ingin belajar keluar negeri melalui jalur beasiswa, informasi biaya hidup, informasi kebudayaan atau kebiasaan  dari negara yang akan dituju, dan informasi-informasi lainnya. Informasi dapat diperoleh dari website atau langsung bertanya pada agen-agen yang biasa mengurus urusan studi di luar negeri.

  1. Melengkapi administrasi

Setiap negara pasti memiliki peraturan terkait transmigrasi yang harus ditaati. Oleh sebab itu kelengkapan administrasi perlu untuk dipersiapkan sebelum pergi keluar negeri. Administrasi yang perlu dipersiapkan jauh-jauh hari yaitu seperti paspor dan visa. Dua hal ini perlu dipersiapkan jauh-jauh hari karena biasanya sulit bagi negara untuk mengeluarkan ijin pembuatan paspor atau visa jika tujuannya tidak jelas. Maka dari itu, untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan pembuatan paspor dan visa perlu dilakukan jauh-jauh hari.

Selain administrasi kenegaraan yang perlu diperhatikan, administrasi yang berhubungan dengan biaya kuliah maupun sewa tempat tinggal juga perlu dipersiapkan. Untuk yang tidak menggunakan beasiswa, biaya kuliah menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Biaya kuliah harus dihitung dan dirancang dengan apik dan akurat agar ketika hendak melakukan administrasi tidak terkendala. Biaya sewa tempat tinggal juga perlu diperhatikan, biasanya biasanya sewa tergantung pada dimana tempat tinggalnya, jika di asrama maka biaya sewanya cenderung lebih murah dibandingkan dengan di apartemen.

  1. Menyiapkan mental

Hal ini menjadi yang paling utama untuk dipersiapkan. Sering kali kegagalan menghampiri karena mental yang tidak siap. Terutama bagi mereka yang tidak terbiasa hidup mandiri, tinggal jauh dari orang tua menjadi hal sangat sulit dilakukan. Terlebih hidup diluar negeri berkali-kali lebih sulit dibandingkan dengan di dalam negeri, maka dari itu perlu persiapan mental yang kuat agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan sorang diri di negeri orang.

Belajar di dalam maupun luar negeri sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tempat belajar sebenarnya tidak menjadi satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan. Keuletan dan kesungguhan dalam menuntut ilmulah yang akan menentukan seberapa siap kita bersaing di dunia kerja. Ketika serius dan fokus dalam menuntut ilmu maka, kita akan jauh lebih siap dalam menghadapi persaingan yang ada. Kunci keberhasilan dari menuntut ilmu yaitu ulet, serius, dan tetap fokus bukan tempat dimana kita belajar.

Share